Postingan

Hukum Puasa di Bulan Ramadhan

  اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الِلّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّ يْنِ كُلِّهِ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَالصَّلَاةُوَالسَّلَامُ عَلَى خَيْرِالْخَلْقِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّ يْنِ. أمابعد. Bersyukur kepada Allah SWT dengan ucapan اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن Dan bershalawat kepada Rasululloh dengan ucapan أَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ Jamaah yang di rahmati Allah SWT...  Puasa dibulan ramadhan adalah wajib bagi kita semua umat muslim yang telah baligh (dewasa), berakal, dalam keadaan sehat, dan dalam keadaan mukim (tidak melakukan perjalanan jauh/safar).  Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas...

KEPATUHAN DAN KETAATAN

 Sebuah tulisan yang sederhana namun insyaalloh ada hikmah dan manfaat didalamnya.  Seorang anak tentu akan patuh dan taat kepada orang tuanya ketika anak tersebut sudah mengerti dan memahami tentang apa siapa dan bagaimana kedudukan antara seorang anak dan orang tuanya, tentunya si anak harus mengenali jati dirinya sendiri sebagai anak maka dia akan mengenali siapa orang tuanya. Dan dia akan patuh dan taat kepada orang tuanya...  Seorang murid tentu akan patuh dan taat kepada gurunya ketika murid tersebut mengerti dan memahami tentang apa, siapa dan bagaimana kedudukan antara murid dan gurunya, tentunya si murid harus mengenali jati dirinya sendiri sebagai seorang murid maka dia akan mengenali siapa gurunya. Dan dia akan patuh dan taat kepada gurunya...  Seorang bawahan tentu akan patuh dan taat kepada atasan ketika bawahan tersebut mengerti dan memahami tentang apa, siapa dan bagaimana kedudukan seorang bawahan dan atasannya, tentunya si bawahan harus nengenali jat...

NASEHAT EMAS DARI IMAM SYAFI'I

Gambar
NASEHAT EMAS DARI ; IMAM SYAFI'I 1. "Bila kau tak mau merasakan lelahnya belajar, maka kau akan menanggung pahitnya kebodohan" (Imam Syafi'i) 2. "Jangan cintai orang yg tidak mencintai Allah, kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu" (Imam Syafi'i) 3. "Barangsiapa yang menginginkan husnul khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia" (Imam Syafi'i) 4. "Doa disaat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran" (Imam Syafi'i) 5. "Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat" (Imam Syafi'i) 6. "Siapa yang menasehatimu secara sembunyi-sembunyi, maka ia benar-benar menasehatimu. Siapa yang menasehatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu" (Imam Syafi'i) 7. "Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafan sedang di tenun" (Imam Syafi'i) 8. "Jadikan akhirat dihatimu, dunia ditanganmu dan kematian di...

Menimba Ilmu di Universitas Kehidupan

Jangan awali hari dengan penyesalan hari kemarin, karena akan menggangu hebatnya hari ini, dan akan merusak indahnya hari esok. Kita tidak mungkin mencapai langkah yang ke seribu bila tidak diawali dengan langkah yang pertama. Setiap orang punya cara tersendiri untuk membahagiakan orang yg mereka sayangi. Kadang sederhana; namun bermakna. Hasil yang indah tak lepas dari proses yang tak mudah. Tetaplah menjadi pribadi yang rendah hati & pandai bersyukur~ Karena segala cobaan adalah cara Tuhan untuk menguatkan. Karena memperbaiki diri lebih baik & berharga daripada mengurusi hidup oranglain. Diam bukan berarti tak tahu, kadang hanya lelah karena ‘cukup tahu’. Ikhlas, berusaha yang terbaik & serahkan hasilnya padaNya. Karena Tuhan Maha Tahu apa yang terbaik bagi kita saat ini. Tetap semangat meski kadang orang lain memandang kita sebelah mata. Karena yang terbuang bukan berarti tak bisa menjadi pemenang! Semua akan indah pada waktunya. Tidak akan terlalu cepat, juga tidak akan...

KISAH HIKMAH SYAHID DI ATAS SAJADAH

Syahidnya Di Atas Sajadah Manshur bin Ammar, seorang ulama sufi yang tinggal di daerah Marwa, termasuk wilayah Bashrah, suatu ketika melaksanakan ibadah haji. Dalam perjalanan itu ia singgah dan tinggal di Kufah beberapa waktu lamanya. Suatu malam ia keluar dari penginapannya dan berjalan menyusuri jalanan yang gelap. Tiba-tiba dari suatu rumah ia mendengar suara seseorang sedang munajat (berdoa), “Ya Rabbi, demi Keagungan dan Kebesaran-Mu, sungguh aku berbuat maksiat itu bukanlah kumaksudkan untuk menentang-Mu, dan bukan juga karena kebodohanku (akan hukum-hukum syariat-Mu), tetapi semua itu terjadi karena kesalahanku, karena kelengahanku, karena aku terlalu mengandalkan Kemurahan-Mu akan menolong keadaanku. Ya Rabbi, betapa bodohnya aku telah berbuat maksiat ini, tetapi terimalah hujjahku (pengakuan dan alasanku), karena jika tidak, kesedihan yang panjang akan selalu menyiksaku!!” Ibnu Ammar menunggu beberapa saat lamanya, tetapi tidak terdengar lagi lanjutan munajat itu. Seketika it...

HADIST ARBA'IN 42 "LUASNYA AMPUNAN ALLAH"

Hadits : عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً [رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح ] Terjemah : Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata, Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Allah ta'ala berfirman: Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepadaku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya ji...

HADIST ARBA'IN 41 "MENGIKUTI SYARIAT ADALAH TIANG KEAMANAN"

Hadits : عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعاً لِمَا جِئْتُ بِهِ [حَديثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ وَرَوَيْنَاهُ فِي كِتَابِ الْحُجَّة بإسنادٍ صحيحٍ ] Terjemah : Dari Abu Muhammad Abdillah bin Amr bin 'Ash radhiallahuanhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa. Hadith ini tergolong dha'if. Lihat Qawa'id Wa Fawa'id minal Arba'in An-Nawawiyah, karangan Nazim Muhammad Sulthan hal. 355, Misykatul Mashabih takhrij Syekh Al Albani, hadits no. 167, juz 1, Jami' Al Ulum wal Hikam oleh Ibn Rajab. Syarah : Hadits yang lemah kedudukannya dan tidak dapat dijadikan sebagai dalil.